BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    @BATA-News

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Iklan

    Terkini

    Raja Peureulak: Nanggroe Peureulak Bukan Sebatas Kota Peureulak, Wilayahnya Lebih Luas Aceh Timur Saat Ini

    Faisal
    Selasa, 18 Agustus 2026, 5:37 PM WIB Last Updated 2026-08-19T07:58:27Z
    Pengunjung: 1025
    Foto : Dr. Teuku Muhammad Nurdin, S.H.I., M.E.I. (Tgk. Popon), Raja Peureulak ke-XXXVII

    BATANEWS | BANDA ACEH
    Raja Peureulak ke-XXXVII, YM. Dr. Teuku Muhammad Nurdin, S.H.I., M.E.I. (Tgk. Popon), melakukan silaturahmi dengan Konsulat Jeneral Malaysia di Medan, Mohammad Rizuan Abdul Jalil. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas kembali sejarah, eksistensi, serta potensi pengembangan Kesultanan Peureulak sebagai salah satu kesultanan tertua di Aceh.

    Dalam suasana santai sambil menikmati kopi, Raja Peureulak didampingi Ketua Umum PD PRIMA Kota Langsa, TM Azmi. Dalam pertemuan itu, Raja Peureulak menjelaskan berbagai aspek sejarah dan hubungan erat antara Aceh dengan Malaysia yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

    Menurut Raja Peureulak, hubungan Aceh dan Malaysia bukan sekadar hubungan antarwilayah, melainkan memiliki ikatan sejarah dan budaya sebagai bangsa serumpun.

    “Aceh dan Malaysia adalah saudara serumpun. Chemistry ini sudah terjalin sejak abad ke-16 dan terus berlangsung hingga sekarang. Malaka, Kedah, Pahang, Johor, Bukit Sawar, Pinang dan berbagai wilayah lainnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan orang Aceh sejak zaman dahulu.”

    Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari Konsulat Jeneral Malaysia, Mohammad Rizuan Abdul Jalil. Ia mengakui kuatnya hubungan historis dan kultural antara masyarakat Aceh dengan masyarakat di Malaysia.

    Dalam pertemuan tersebut, Konjen Malaysia juga menunjukkan ketertarikan terhadap visi dan misi Raja Peureulak untuk menghidupkan kembali perhatian terhadap sejarah dan eksistensi Peureulak, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi dan pendidikan di wilayah tersebut.

    Raja Peureulak menjelaskan bahwa Peureulak memiliki posisi penting dalam sejarah Aceh dan Asia Tenggara. Menurutnya, Peureulak pada masa lalu bukan hanya dikenal sebagai sebuah wilayah pemerintahan, tetapi juga sebagai salah satu pusat kebudayaan, perdagangan dan perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara.

    Ia menyebut sejumlah situs bersejarah, termasuk kawasan Paya Meuligoe dan Bandar Khalifah, sebagai bagian penting dari sejarah Peureulak.

    “Peureulak bukan sebatas Kota Peureulak yang kita kenal sekarang. Wilayah dan eksistensi Peureulak pada masa lalu jauh lebih luas dari wilayah Aceh Timur saat ini,” jelasnya.

    Raja Peureulak juga menerangkan bahwa dalam perspektif sejarah Kesultanan Peureulak, Bandar Khalifah pernah menjadi ibu kota, sementara kawasan Paya Meuligoe menjadi salah satu pusat kerajaan dan istana.

    Karena itu, menurutnya, upaya mengangkat kembali sejarah Peureulak harus dilakukan melalui kajian sejarah yang lebih komprehensif serta penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Malaysia.

    “Kita ingin ke depan Peureulak kembali menjadi perhatian, bukan hanya dari sisi sejarah, tetapi juga pendidikan, ekonomi dan kebudayaan. Kita ingin membangun komunikasi yang lebih luas dengan Malaysia, khususnya dalam bidang pendidikan, adat dan budaya serta pengembangan ekonomi,” ujarnya.

    Raja Peureulak berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal bagi terbangunnya komunikasi yang lebih intensif antara Kesultanan Peureulak dan Malaysia.

    Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada hubungan silaturahmi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret dalam bidang pendidikan, penelitian sejarah, pelestarian adat dan budaya, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

    Pertemuan dengan Konsulat Jeneral Malaysia di Medan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah Raja Peureulak untuk memperkenalkan kembali sejarah dan identitas Peureulak kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.(Fsl) 
    Komentar

    Tampilkan