BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Terkini

    🚨 Bus Sekolah Rusak Tiga Bulan, Pelajar Teluk Rumbia dan Rantau Gedang Terpaksa Naik Motor ke Sekolah

    Rahman Pohan
    Kamis, 11 Juni 2026, Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T19:48:32Z
    Pengunjung: 1025

    ACEH SINGKIL – BATANEWS 

    Kerusakan bus sekolah yang melayani rute Kampung Teluk Rumbia–Rantau Gedang hingga kini belum juga mendapatkan penanganan serius. Padahal, kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari tiga bulan dan berdampak langsung terhadap keselamatan para pelajar yang setiap hari harus menempuh perjalanan menuju sekolah menggunakan sepeda motor pribadi.


    Situasi ini semakin memprihatinkan setelah dilaporkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar saat berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi. Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat sekaligus mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan peserta didik.


    Pemuda Desa Teluk Rumbia, Jasman Bako, secara terbuka mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil agar segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan bus sekolah yang selama ini menjadi sarana transportasi utama bagi para pelajar di wilayah Teluk Rumbia dan Rantau Gedang.


    Menurutnya, kerusakan armada yang dibiarkan berlarut-larut menunjukkan lemahnya perhatian terhadap pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan keselamatan anak.


    "Sudah lebih dari tiga bulan bus sekolah tidak beroperasi secara normal, sementara anak-anak sekolah setiap hari dipaksa menghadapi risiko di jalan raya dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan sudah ada yang mengalami kecelakaan. Ini tidak boleh dianggap persoalan biasa. Pemerintah harus segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal," tegas Jasman Bako.

     

    Ia menilai keselamatan pelajar seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, alasan keterbatasan anggaran maupun kendala administratif tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menunda penyelesaian masalah yang menyangkut keselamatan anak-anak.


    Setiap hari keterlambatan penanganan, kata Jasman, berarti semakin besar risiko yang harus dihadapi para siswa dan orang tua. Karena itu, ia meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait perbaikan maupun pengoperasian kembali bus sekolah tersebut.


    "Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah muncul korban yang lebih parah. Keselamatan anak-anak tidak boleh menunggu. Pemerintah harus hadir dan menunjukkan tanggung jawabnya. Jika memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan segera carikan solusi sementara agar pelajar tetap memiliki transportasi yang aman," ujarnya.

     

    Lebih lanjut, Jasman menegaskan bahwa keberadaan bus sekolah bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan vital bagi pelajar yang tinggal jauh dari pusat pendidikan. Bagi banyak keluarga di Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, transportasi sekolah menjadi satu-satunya sarana yang dapat menjamin akses pendidikan secara aman dan terjangkau.


    Karena itu, masyarakat menilai pemerintah memiliki tanggung jawab moral sekaligus kewajiban pelayanan publik untuk memastikan fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.


    Hingga saat ini, warga Teluk Rumbia dan Rantau Gedang masih menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Mereka berharap perbaikan armada segera dipercepat atau setidaknya pemerintah menyediakan transportasi alternatif sementara guna menghindari risiko yang lebih besar bagi para pelajar.


    "Kami mendesak Bupati Aceh Singkil dan seluruh pihak terkait agar segera menyelesaikan persoalan bus sekolah ini. Jangan tunggu jatuh korban berikutnya. Keselamatan pelajar adalah tanggung jawab bersama, dan pemerintah harus menjadi pihak pertama yang memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan akses pendidikan yang aman dapat terpenuhi," tutup Jasman Bako.

    πŸ“Œ [RHM] 

    Komentar

    Tampilkan