![]() |
| Foto : Dinas Perkebunan dan Peternakan menyerahkan bantuan tempat penyulingan dan dapur produksi minyak nilam tradisional di Kecamatan Simpang Jernih |
ACEH TIMUR | BATANEWS
Di balik hamparan perbukitan dan akses yang masih terbatas di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, tersimpan potensi ekonomi yang kini mulai menarik perhatian pemerintah daerah. Komoditas nilam, yang selama ini dikenal sebagai bahan baku utama industri parfum dunia, perlahan menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat.
Pada Rabu (10/6), Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menyerahkan bantuan berupa tempat penyulingan dan dapur produksi minyak nilam tradisional kepada kelompok petani nilam di Kecamatan Simpang Jernih.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur, Murdhani, S.STP., M.Si, yang mewakili Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
Menurut Murdhani, bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan komoditas unggulan baru yang dinilai memiliki prospek ekonomi sangat menjanjikan bagi masyarakat pedalaman Aceh Timur.
"Nilam telah menjadi salah satu komoditas yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung petani melalui penyediaan sarana produksi agar hasil yang diperoleh semakin optimal," ujarnya.
Harga Menggiurkan, Petani Beralih ke Nilam
Nilam kini menjadi primadona baru di Simpang Jernih. Sejak tahun 2024, banyak petani mulai mengalihkan lahan mereka untuk budidaya tanaman tersebut. Tingginya harga minyak nilam di pasaran menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat.
Harga minyak nilam bahkan sempat mencapai Rp1,5 juta per kilogram, angka yang jauh lebih menjanjikan dibandingkan sejumlah komoditas pertanian lainnya yang selama ini menjadi andalan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong petani untuk lebih serius mengembangkan budidaya nilam sebagai sumber pendapatan utama keluarga.
Tingkatkan Produksi dan Kualitas
Selama ini proses penyulingan masih dilakukan secara sederhana dengan fasilitas yang terbatas. Kehadiran alat penyulingan dan dapur produksi baru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas minyak nilam yang dihasilkan petani.
Dengan fasilitas baru tersebut, kelompok petani dapat melakukan proses penyulingan secara lebih efektif tanpa meninggalkan metode tradisional yang selama ini telah mereka kuasai.
Produksi minyak nilam di Simpang Jernih saat ini diperkirakan mampu mencapai 200 hingga 300 kilogram dalam satu periode produksi. Sebagian besar hasil tersebut dipasarkan melalui pengepul dan pembeli lokal yang secara rutin datang ke wilayah tersebut.
Masuk RPJMD Aceh Timur
Melihat potensi yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berencana menjadikan Simpang Jernih sebagai salah satu kawasan penghasil nilam unggulan daerah.
Potensi pengembangan nilam tersebut akan dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat posisi Aceh Timur sebagai salah satu sentra penghasil minyak nilam di Provinsi Aceh.
Di tengah keterbatasan infrastruktur dan letaknya yang berada di kawasan pedalaman, Simpang Jernih kini membuktikan bahwa potensi besar tidak selalu lahir dari pusat kota.
Dari ladang-ladang nilam yang tumbuh subur di kaki perbukitan, harapan baru bagi ekonomi masyarakat Aceh Timur mulai menguap bersama aroma khas minyak nilam yang telah dikenal hingga pasar internasional.
[ByU]





