
BATA NEWS | ACEH TIMUR
Aktivitas PT Citra Ganda Utama (CGU) di kawasan Alue Kol, Kecamatan Ranto Selamat, Aceh Timur, kembali menjadi sorotan. Selain adanya tudingan terkait penguasaan dan aktivitas perkebunan di atas lahan yang diklaim sebagai tanah adat dan ulayat masyarakat, muncul pula dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di kawasan perkantoran Desa Alue Kol.
Dugaan tersebut mencuat pada Senin (10/8/2026), ketika massa masyarakat melakukan aksi demonstrasi di area perkebunan yang disebut telah dikuasai dan dioperasikan oleh PT CGU.
Dalam aksi tersebut, masyarakat disebut menemukan adanya solar yang diduga ditimbun di kawasan perkantoran Desa Alue Kol. Temuan itu kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul BBM, legalitas penyimpanan, serta peruntukannya.
Dugaan penimbunan ini menjadi perhatian serius karena masyarakat di sejumlah wilayah Aceh Timur saat ini disebut mengalami kesulitan memperoleh solar subsidi akibat keterbatasan pasokan.
Masyarakat menduga solar tersebut berasal dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Timur dan kemudian dikumpulkan untuk kebutuhan operasional alat berat yang digunakan dalam aktivitas perkebunan PT CGU.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penelusuran lebih lanjut oleh aparat penegak hukum, termasuk pemeriksaan terhadap asal BBM, dokumen pembelian, izin penyimpanan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam distribusinya.
Aparat Disebut Telah Menyaksikan
Persoalan semakin menjadi sorotan setelah masyarakat menyebut aparat kepolisian telah berada di lokasi dan melihat keberadaan BBM yang diduga ditimbun tanpa dokumen resmi.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, masyarakat mempertanyakan mengapa BBM yang disebut-sebut sebagai solar subsidi tersebut belum diamankan untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan.
Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Bahkan, muncul tudingan adanya pihak tertentu yang diduga membantu atau melindungi aktivitas PT CGU.
Namun, tudingan mengenai keterlibatan ataupun adanya pihak yang menjadi “beking” aktivitas PT CGU tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan perlu dibuktikan melalui penyelidikan resmi.
Minta Polisi Bertindak Transparan
Masyarakat meminta aparat penegak hukum tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menelusuri dugaan penimbunan dan distribusi solar subsidi tersebut secara transparan.
Jika benar BBM subsidi dikumpulkan dalam jumlah besar untuk kepentingan operasional alat berat, masyarakat meminta aparat mengusut dari mana BBM tersebut diperoleh, SPBU mana yang memasok, siapa pembelinya, serta apakah penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar dugaan aktivitas perkebunan PT CGU di kawasan Alue Kol diperiksa secara menyeluruh, termasuk aspek legalitas penguasaan lahan, perizinan perusahaan, serta penggunaan BBM subsidi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT Citra Ganda Utama (CGU) terkait dugaan penimbunan solar tersebut. Konfirmasi kepada pihak kepolisian juga diperlukan untuk mengetahui langkah hukum yang telah maupun akan dilakukan atas temuan tersebut.
Masyarakat berharap seluruh dugaan tersebut dapat segera diverifikasi secara objektif agar tidak berkembang menjadi spekulasi, sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat yang membutuhkan.[ByU]

