| Foto : Zulfadli, Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungoeng Lam Jaroe |
LANGSA | BATANEWS
Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungoeng Lam Jaroe, Zulfadli, menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pelayanan publik, sistem politik, serta peran aparatur negara di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk pengamatan dan masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan saat ini, Jumat (26/06/2026)
Dalam keterangannya, Zulfadli mengingatkan masyarakat agar lebih bijaksana dalam menggunakan hak pilih pada setiap penyelenggaraan pemilihan umum.
Menurutnya, masyarakat memang memiliki hak untuk tidak memilih calon legislatif maupun eksekutif. Namun, apabila telah menentukan pilihan, masyarakat juga perlu menyadari konsekuensi dari pilihannya tersebut.
Ia berpendapat bahwa sebagian besar kandidat yang berhasil menduduki jabatan politik telah mengeluarkan biaya yang besar selama proses pencalonan. Karena itu, menurut pandangannya, setelah terpilih terdapat kecenderungan untuk berupaya mengembalikan modal politik yang telah dikeluarkan.
Terkait pelayanan publik, Zulfadli menilai berbagai hambatan yang terjadi di sejumlah instansi pemerintahan tidak terlepas dari kebijakan pemangkasan anggaran operasional. Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat, sementara gaji dan tunjangan pejabat tidak mengalami pengurangan.
"Menurut pengamatan saya, para pemimpin saat ini lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok dibandingkan kepentingan serta kesejahteraan rakyat yang memilih mereka," ujar Zulfadli.
Selain itu, ia juga menyoroti perubahan yang menurutnya terjadi pada peran aparatur negara. Dalam pandangannya, citra Pegawai Negeri, anggota Kepolisian, maupun anggota TNI sebagai abdi negara yang melayani masyarakat dinilai mulai bergeser.
"Jika saya amati, kini Pegawai Negeri, anggota Polisi, maupun anggota Tentara seolah berubah menjadi pelayan para pejabat politik yang sedang berkuasa," katanya.
Menutup pernyataannya, Zulfadli berharap masyarakat Aceh, khususnya Langsa, semakin sadar, bijak, dan kritis dalam menilai kebijakan pemerintah serta menentukan pilihan politik pada masa mendatang. (Fsl)



