BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Terkini

    DPRK Aceh Singkil Gelar RDP Bersama HOMAS dan Pimpinan Pesantren, Bahas Transparansi Anggaran hingga Penguatan Dayah

    Rahman Pohan
    Minggu, 28 Juni 2026, Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T07:52:12Z
    Pengunjung: 1025
    Foto : DPRK Aceh Singkil menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Organisasi Masyarakat Islam (HOMAS

    ACEH SINGKIL | BATANEWS 

    Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Organisasi Masyarakat Islam (HOMAS) dan pimpinan pondok pesantren se-Aceh Singkil. 


    Pertemuan yang berlangsung di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRK, Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, Kamis (25/6/2026), menjadi forum dialog untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat.



    Rapat dibuka oleh pimpinan DPRK Aceh Singkil dan dihadiri anggota legislatif, pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.


    Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, menegaskan bahwa lembaga legislatif berkomitmen menjadi ruang penyaluran aspirasi masyarakat sekaligus mengawal berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.



    "DPRK akan menampung dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku. Dialog seperti ini penting untuk mencari solusi bersama demi kemajuan Aceh Singkil," ujarnya.


    Soroti Dugaan Alokasi Anggaran Pendidikan

    Salah satu pembahasan yang mencuat dalam rapat berasal dari Ketua HOMAS Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga, yang mempertanyakan informasi mengenai dugaan alokasi anggaran sebesar Rp900 juta untuk pendidikan non-Muslim di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh Singkil.



    Ia meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak berkembang berbagai spekulasi di tengah masyarakat.


    Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi

    Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil, Syam'un Nst., S.ST., M.P.I., membantah adanya persetujuan terhadap alokasi anggaran sebagaimana yang dipersoalkan.


    Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyusunan dan penganggaran dilaksanakan sesuai prosedur serta mekanisme yang berlaku.


    "Kami tidak pernah menyetujui anggaran sebagaimana yang dipersoalkan. Seluruh proses penganggaran dilakukan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku," jelas Syam'un.


    Penguatan Badan Dayah Jadi Aspirasi

    Dalam forum tersebut, pimpinan Pondok Pesantren Washilatun Najah, Ali Sibra, juga menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan lembaga pendidikan Islam.


    Ia mengusulkan pembentukan sekaligus penguatan Badan Dayah Aceh Singkil sebagai lembaga yang dapat mendukung peningkatan kualitas pesantren, pembinaan santri, dan pengembangan pendidikan keagamaan di daerah.


    Menurutnya, keberadaan Badan Dayah akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda.


    Dorong Penyelesaian Masalah Secara Musyawarah

    Sementara itu, anggota Majelis Tuha 8 Wali Nanggroe Aceh, Ahmad Fadli, menyoroti pentingnya penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui pendekatan musyawarah, terutama untuk perkara-perkara ringan yang terjadi di tingkat desa.


    Ia menilai penyelesaian secara kekeluargaan dapat menjadi alternatif sebelum perkara dibawa ke proses hukum formal, selama tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.


    Perkuat Sinergi Jaga Ketertiban

    Kepala Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Afrijal, S.E., turut mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga ketertiban umum serta mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh Singkil.


    Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen daerah menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan harmonis.


    Rapat berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis. Selain dihadiri para pimpinan pondok pesantren dan tokoh masyarakat, forum tersebut juga diikuti sejumlah anggota DPRK Aceh Singkil, di antaranya Sadri Lingga, H. Mairaya, Desra Novianto, Mursal Malau, dan Warman.


    Melalui RDP ini, DPRK Aceh Singkil berharap berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam membangun Aceh Singkil.[RHM]

    Komentar

    Tampilkan