BATANEWS..
Langsa – Kawasan Lapangan Merdeka dipadati masyarakat yang memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD), Minggu (28/6/2026). Kegiatan rutin akhir pekan ini tidak hanya menjadi ajang berolahraga, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan publik, hiburan, dukungan bagi pelaku UMKM, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sejak pagi, suasana semarak terlihat di sepanjang kawasan CFD. Warga dari berbagai kalangan mengikuti jalan santai, senam sehat, menikmati hiburan musik, serta mengunjungi stan-stan UMKM yang menawarkan beragam produk unggulan lokal. Interaksi antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah menjadikan CFD sebagai ruang publik yang inklusif, produktif, dan bermanfaat.
Berbagai instansi turut memberikan pelayanan kepada masyarakat. Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Langsa menggelar aksi donor darah dengan hadiah menarik, sementara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Langsa membuka layanan pembuatan paspor bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Selain itu, Kodim 0104/Aceh Timur menyediakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta Yakult membagikan produk kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan varian rasa terbarunya.
Salah satu stan yang paling banyak dikunjungi warga adalah Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan. Program tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok berkualitas dengan harga bersubsidi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.
Gerakan Pangan Murah berlangsung selama dua hari, 28–29 Juni 2026, dengan sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya telur Rp42.000 per papan, cabai rawit Rp32.000 per kilogram, cabai merah Rp40.000 per kilogram, cabai hijau Rp24.000 per kilogram, bawang merah Rp29.000 per kilogram, bawang putih Rp35.000 per kilogram, dan ayam potong Rp19.000 per kilogram.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S. Putra, SE, mengatakan bahwa Car Free Day merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Langsa dalam menyediakan ruang publik yang sehat, inklusif, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Car Free Day bukan hanya tentang olahraga. Ini adalah ruang kebersamaan, berbagai pelayanan, sekaligus ruang kepedulian. Karena itu, kami juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah agar masyarakat tidak hanya pulang dengan tubuh yang lebih sehat, tetapi juga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat melalui penyediaan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Di akhir kegiatan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi, komunitas, pelaku UMKM, dunia usaha, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan Car Free Day.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama menjadikan Car Free Day sebagai ruang yang menghadirkan kesehatan, kebersamaan, pelayanan, dan manfaat bagi masyarakat Kota Langsa. Semoga kolaborasi ini terus terjaga dan semakin baik ke depannya," tutupnya. (Fsl)



