![]() |
| Foto : Deni Riadi Manik bergabung dengan Baret Merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) |
ACEH SINGKIL | BATANEWS
Di sebuah rumah sederhana di Desa Ujung, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, lahir kisah perjuangan seorang pemuda yang membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari keluarga sederhana.
Pemuda itu adalah Deni Riadi Manik, anak nelayan yang berhasil menembus kerasnya seleksi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) hingga akhirnya mengenakan Baret Merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus), salah satu satuan elite paling bergengsi di Indonesia.
Deni merupakan anak keempat dari enam bersaudara, putra pasangan Saukani dan Relawati. Ia tumbuh dalam keluarga yang jauh dari kemewahan. Sang ayah bekerja sebagai nelayan tradisional yang setiap hari melaut demi memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibunya mengurus rumah tangga.
Keterbatasan ekonomi telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga mereka sejak lama. Namun justru dari kondisi itulah tekad Deni perlahan terbentuk.
Sejak remaja, ia telah memendam satu cita-cita besar, yaitu menjadi prajurit TNI. Bagi Deni, menjadi tentara bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga jalan untuk mengangkat derajat keluarga serta membalas pengorbanan kedua orang tuanya.
Perjalanan menuju mimpi tersebut tentu tidak mudah. Dalam prosesnya, Deni sempat menghadapi keraguan bahkan ejekan dari sebagian orang di sekitarnya yang meragukan kemampuannya karena berasal dari keluarga nelayan sederhana.
Namun semua itu tidak membuatnya mundur. Sebaliknya, keraguan orang lain justru menjadi bahan bakar yang memacu semangatnya untuk terus berlatih.
Ia mulai disiplin menjaga kebugaran tubuh, melatih fisik, serta memperkuat mental untuk menghadapi seleksi TNI yang dikenal sangat ketat. Dukungan dan doa dari kedua orang tua serta saudara-saudaranya menjadi kekuatan terbesar yang membuatnya terus bertahan.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Deni berhasil melewati seluruh tahapan seleksi dan resmi diterima sebagai prajurit TNI Angkatan Darat.
Tidak berhenti di situ, ia kemudian berhasil menembus satuan tempur elite Baret Merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan yang dikenal memiliki standar seleksi dan pelatihan paling berat di lingkungan TNI.
Keberhasilan Deni menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat di kampung halamannya. Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita, selama ada tekad, kerja keras, dan doa yang menyertainya.
✍️ [RHM]






