BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    @BATA-News

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Iklan

    Terkini

    Beton Jembatan Alue Geunteng dibobok: PPTK Sebut Tidak Sesuai Spesifikasi.

    batanews
    Jumat, 18 September 2026, 1:57 AM WIB Last Updated 2026-09-18T02:38:40Z
    Pengunjung: 1025

    Foto : Jembatan Alue Geunteng kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur tahun anggaran 2026.

    ACEH TIMUR | BATANEWS 

    Pondasi beton pada jembatan yang dibangun tahun 2022 dibobok oleh  pelaksana kerja PT Faiza Utama Mandiri selaku kontraktor jembatan Alue Geunteng kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur tahun anggaran 2026.


    Hendra pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang dikonfirmasi pada (15/9/2026) menyebutkan beton yang dibobok oleh pekerja tidak sesuai dengan spesifikasi atau gambar untuk pembangunan jembatan pada tahun 2026 yang menelan anggaran mencapai 11 miliar.


    "Hasil pengkajian penelitian tim perencanaan terhadap pembangunan jembatan alue gunteng, maka Perletakkan jembatan Alue gunteng dibobok, karena ada pergantian dari gelagar beton 2022 ke Rangka Baja  2026.


    "Kemudian pondasi yang terlanjur dibangun tahun 2022 tidak sesuai spesifikasi untuk pembangunan tahun 2026 yang lebih lebar dan panjang sekitar 10 meter kerena menggunakan kontruksi baja ringan. ungkap Hendra.


    Kita laksanakan sampai fungsional  seratus persen sudah teraspal, di lalui kendaraan, untuk pengerjaan tahun ini, kata Hendra.


    Untuk diketahui jembatan Alue genteng dibangun permanen tahun tahun 2018 oleh PT Nabila utama dengan pagu anggaran 5,18 miliar bersumber dari DOKA /APBA Aceh, namun jembatan baru seumur jagung jembatan amblas dan kerap terendam banjir.


    Kemudian tahun 2022 jembatan kembali dibangun dengan pagu anggaran 13 miliar lebih, namun hanya sebatas pondasi, para pengguna jalan masih menggunakan jembatan yang di bangun tahun 2018.


    Sementara itu sejumlah pihak menyoroti pembangun jembatan yang sudah mencapai ke tiga kali, di lokasi yang sama, diduga merugikan keuangan negara, karena bangunan tersebut tidak memilik manfaat bagi pengguna jalan secara permanen dan meminta kejaksaan untuk melakukan penyelidikan.[ByU]

    Komentar

    Tampilkan