BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Terkini

    Antara Jabatan, Amanah dan Kebenaran: Mengapa Saya Menjauh dari Kekuasaan

    Faisal
    Jumat, 03 Juli 2026, Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T02:51:15Z
    Pengunjung: 1025
    BATANEWS | Langsa | Jumat, 3 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus politik dan perebutan kekuasaan, Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe (BLJ), Zulfadli, S.Sos.I., M.M., menyampaikan refleksi mendalam mengenai alasan dirinya memilih menjauh dari jabatan dan kekuasaan. Melalui artikel berjudul "Antara Jabatan, Amanah dan Kebenaran: Mengapa Saya Menjauh dari Kekuasaan", ia mengajak masyarakat merenungkan kembali makna kepemimpinan sebagai amanah, bukan sekadar simbol kekuasaan.
    Dalam tulisannya, Zulfadli mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi moral yang menurutnya semakin memudar. Ia menilai nilai-nilai agama yang seharusnya menjadi pedoman hidup kerap disalahgunakan demi kepentingan pribadi maupun kelompok, sehingga melahirkan ketidakadilan dan perpecahan di tengah masyarakat.

    Ia juga menjawab berbagai pertanyaan mengenai keputusannya yang selama ini menolak berbagai tawaran jabatan strategis. Menurutnya, keputusan tersebut bukan karena merasa tidak mampu ataupun tidak membutuhkan penghasilan, melainkan karena memandang jabatan sebagai amanah yang sangat berat dan memiliki konsekuensi besar di hadapan Allah SWT.

    "Jabatan bukanlah kemuliaan, tetapi amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Sedikit saja menyimpang, maka akibatnya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat," tulisnya.
    Dalam artikelnya, Zulfadli turut mengkritisi praktik politik dan birokrasi yang menurut pandangannya masih membuka ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan. Ia berpendapat tingginya biaya politik berpotensi mendorong sebagian oknum untuk mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan rakyat.
    Selain itu, ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus senantiasa menjaga integritas, kejujuran, dan keadilan. Menurutnya, kekuasaan yang tidak dijalankan dengan amanah dapat menjadi sumber lahirnya berbagai bentuk kezaliman.

    Zulfadli juga mengenang perjalanan panjang perjuangannya dalam mendampingi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejak mendirikan LSM Bungoeng Lam Jaroe, dirinya bersama para pengurus berkomitmen memberikan pendampingan dan advokasi kepada masyarakat tanpa pernah memungut bayaran.

    Berbagai langkah perjuangan turut ia ceritakan, mulai dari menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait nasib tenaga honorer, mendampingi berbagai persoalan masyarakat, hingga menyampaikan aspirasi kepada sejumlah lembaga negara dan organisasi internasional mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh.

    Baginya, seluruh perjuangan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan wujud tanggung jawab moral untuk membela mereka yang lemah dan tidak memiliki akses terhadap keadilan.

    Menutup tulisannya, Zulfadli menegaskan bahwa tujuan hidupnya bukan mengejar jabatan, kekayaan, maupun popularitas, melainkan berusaha hidup dengan hati yang tenang, menjaga amanah, menegakkan kebenaran, dan membela masyarakat yang membutuhkan.

    "Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan hanya demi mengejar kursi, pangkat, dan harta yang fana. Saya memilih jalan ini: tidak berkuasa, tidak kaya raya, tetapi berusaha sekuat tenaga menegakkan kebenaran, membela yang lemah, dan berharap saat menghadap Sang Pencipta kelak, tangan ini bersih dari dosa menzalimi sesama," tutup Zulfadli. (Fsl) 
    Komentar

    Tampilkan