BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Terkini

    📰 Parah Dilanda Banjir, Seumanah Jaya Justru “Lenyap” dari Daftar Penerima JADUP

    batanews
    Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T13:54:22Z
    Pengunjung: 1025

    Foto : Ilustrasi 

    ACEH TIMUR | BATANEWS

    Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang disebut-sebut sebagai salah satu wilayah terparah terdampak banjir akhir Desember 2025, justru tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan Jaminan Hidup (JADUP) tahap pertama yang dicairkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.


    Fakta ini memunculkan tanda tanya besar terkait validitas pendataan dan transparansi penyaluran bantuan.


    Berdasarkan data resmi Pemkab Aceh Timur, sebanyak 28.831 jiwa korban banjir menerima bantuan sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan, dengan total anggaran mencapai Rp38,92 miliar. Namun, dari ribuan nama penerima tersebut, tidak satu pun berasal dari Desa Seumanah Jaya.


    Padahal, menurut aparatur desa, wilayah itu termasuk yang paling parah terdampak dan memiliki jumlah korban signifikan.


    Dari total 23 desa di Kecamatan Ranto Peureulak, sebanyak 18 desa telah menerima JADUP. Seumanah Jaya menjadi satu dari lima desa yang tidak masuk daftar. Ironisnya, desa yang disebut mengalami kerusakan berat justru terabaikan.


    Keuchik Seumanah Jaya, Muhammad Sabri, menegaskan pihaknya telah menyerahkan data lengkap kepada pemerintah kabupaten.

     

    “Kami sudah mengirimkan data sebanyak 1.034 kepala keluarga secara akurat. Sangat disayangkan, desa yang termasuk paling parah terdampak justru tidak tercantum dalam daftar penerima manfaat tahap pertama. Seolah-olah desa kami hilang dari peta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8 April 2026).

     

    Ketiadaan nama warga Seumanah Jaya dalam daftar penerima bantuan memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat. Mereka berharap dana JADUP dapat menjadi penopang ekonomi pascabanjir, ketika sebagian warga kehilangan sumber penghasilan dan harta benda.


    Pertanyaan Publik Menguat

    Situasi ini menimbulkan sejumlah pertanyaan:

    • Apakah terjadi kesalahan administrasi atau kegagalan sistem pendataan?
    • Apakah data yang dikirim desa tidak diverifikasi?
    • Ataukah terdapat persoalan teknis dalam proses validasi di tingkat kabupaten?

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait alasan tidak masuknya Desa Seumanah Jaya dalam daftar penerima JADUP tahap pertama.


    Dalam konteks penyaluran dana publik bernilai puluhan miliar rupiah, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang mutlak. Ketidaksesuaian data berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses distribusi bantuan.


    Warga Seumanah Jaya mendesak pemerintah daerah segera melakukan audit dan verifikasi ulang agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menyisakan kesan diskriminatif.


    ✍️ [ByU]

    Komentar

    Tampilkan