![]() |
| Foto : Sejumlah warga tampak berjalan kaki menuruni tepian sungai sebelum menyeberangi aliran air untuk melanjutkan perjalanan menuju pasar tradisional di Desa Pintu Rime. |
GAYO LUES | BATANEWS
Warga di Kecamatan Pining harus menghadapi kesulitan besar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari setelah jembatan penghubung menuju Desa Pintu Rime putus dan hingga kini belum diperbaiki.
Akibatnya masyarakat terpaksa menyeberangi aliran sungai untuk menuju pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Pemandangan ini terlihat pada Kamis (12/3/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah warga tampak berjalan kaki menuruni tepian sungai sebelum menyeberangi aliran air untuk melanjutkan perjalanan menuju pasar tradisional di Desa Pintu Rime.
Bagi masyarakat setempat, pasar tersebut merupakan tempat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjual hasil kebun. Namun sejak jembatan rusak, perjalanan menuju pasar menjadi jauh lebih sulit dan berisiko.
Pantauan media BataNews dilapangan, jembatan darurat itu rusak sejak beberapa waktu lalu setelah wilayah tersebut dilanda banjir dan tanah longsor. Hingga saat ini, jembatan yang selama ini menjadi akses utama penghubung antarwilayah tersebut belum juga mendapat perbaikan.
Seorang warga mengatakan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur utama bagi masyarakat untuk menuju pusat aktivitas di Desa Pintu Rime.
“Jembatan ini satu-satunya akses kami. Kalau tidak ada jembatan, kami harus menyeberangi air seperti ini untuk ke pasar tradisional/pekan Pintu Rime yang memang jadwalnya hari ini,” ujar warga tersebut.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada akses pendidikan. Anak-anak sekolah yang setiap hari menuju sekolah harus melewati jalur yang sama, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan mereka.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, juga pemerintah pusat, segera mengambil langkah untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Mereka menilai keberadaan jembatan sangat vital karena menjadi satu-satunya penghubung antara kabupaten dan permukiman warga dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan masyarakat lainnya.
Masyarakat berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas warga kembali normal dan perjalanan menuju pasar maupun sekolah dapat berlangsung dengan aman.






