BATANEWS | Kota Langsa – Terkait fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU yang terjadi di wilayah Pemerintah Kota Langsa, Aktivis LSM Bungoeng Lam Jaroe, Zulfadli S.Sos., M.M., angkat bicara, Jumat (06 Maret 2026).
Menurut pria yang akrab disapa Bung Zul tersebut, antrean panjang ini diduga berkaitan dengan tingginya kebutuhan anggaran negara pada tahun ini. Ia menyinggung besarnya biaya yang telah dikeluarkan pemerintah untuk penanggulangan banjir pada tahun 2025 lalu.
“Biaya penanggulangan banjir bukanlah jumlah yang sedikit. Selain itu, pemerintah juga memiliki kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh aparatur negara. Semua itu tentu membutuhkan anggaran yang besar,” ujar Bung Zul.
Ia menambahkan, dana yang dikeluarkan untuk berbagai kebutuhan tersebut bukanlah dana pribadi Presiden, melainkan bersumber dari anggaran negara. Oleh karena itu, menurutnya, kemungkinan ada kebijakan pengelolaan pada pos-pos tertentu untuk menyeimbangkan kembali anggaran yang telah digunakan.
“Untuk menutupi anggaran yang telah keluar, bisa saja ada manajemen pada sektor-sektor strategis, seperti minyak. Apalagi jika diekspor, nilai jualnya lebih tinggi dibandingkan dipasok ke dalam negeri,” tambahnya.
Namun demikian, Bung Zul berharap jika memang terdapat kebijakan yang berdampak pada distribusi atau ketersediaan BBM di daerah, pemerintah harus segera memberikan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dirugikan.
“Harapan kita, pemerintah harus hadir dengan solusi yang jitu untuk rakyat dan jangan sampai ada unsur yang menzalimi masyarakat,” tegas Aktivis LSM Bungoeng Lam Jaroe tersebut. (FsL)



