BataNews

Berita Akurat Terpercaya Anti Hoaxs News

  • Jelajahi

    Copyright © BataNews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Atas

    @BATA-News

    Recent in Sports

    Recent in Sports

    Iklan

    Terkini

    STIT Daarurrahmah Buka Tahun Ajaran 2026/2027, Safriadi Oyon: Generasi Muda Harus Mampu Menciptakan Perubahan

    Rahman Pohan
    Minggu, 20 September 2026, 11:19 AM WIB Last Updated 2026-09-20T04:19:55Z
    Pengunjung: 1025
    Foto : Acara kuliah umum sekaligus pembukaan tahun ajaran baru di Gedung Langgeng Jaya, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahmah Sepadan 


    ACEH SINGKIL | BATANEWS 

    Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Daarurrahmah Sepadan Aceh mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kuliah umum sekaligus pembukaan tahun ajaran baru di Gedung Langgeng Jaya, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Sabtu (19/9/2026).


    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH, Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin (HRB) selaku pendiri STIT Daarurrahmah Sepadan Aceh, Ketua STIT Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag., serta sejumlah undangan lainnya.


    Pemilihan Aceh Singkil sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan STIT Daarurrahmah dengan masyarakat daerah tersebut. Hal ini juga terlihat dari komposisi mahasiswa baru yang sebagian besar berasal dari Aceh Singkil.


    Safriadi: Kampus Bukan Sekadar Tempat Menuntut Ilmu

    Dalam sambutannya, Bupati Safriadi mengatakan pembukaan tahun ajaran baru tidak semestinya hanya dimaknai sebagai seremoni pendidikan.


    Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang nantinya akan menentukan arah pembangunan daerah.


    “Hari ini kita bukan sekadar membuka pintu tahun ajaran baru, tetapi juga membuka jendela masa depan generasi Aceh Singkil. Di sinilah ilmu ditanam, karakter dibentuk, dan harapan masa depan disemai.”

     

    Safriadi menilai mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki karakter, nilai moral, daya juang, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.


    Hal tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat.


    Rawat Tradisi, Kuasai Teknologi

    Mengusung tema “Merawat Tradisi, Mengadopsi Teknologi dan Mentransformasi Pendidikan”, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai agama, budaya dan karakter.


    Safriadi mengajak mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


    “Bermimpilah setinggi langit, tetapi tetap berpijak di bumi. Jangan hanya menjadi generasi yang mengikuti perubahan, tetapi jadilah generasi yang mampu menciptakan perubahan.”

     

    Ia juga mendorong mahasiswa menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk memperkuat pengetahuan, membangun karakter, sekaligus mengasah keberanian dan daya juang.


    Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai sumber daya manusia yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


    Mahasiswa Baru STIT Daarurrahmah Meningkat Signifikan

    Sementara itu, Ketua STIT Daarurrahmah Sepadan Aceh, Dr. Andika Novriadi Cibro, M.Ag., menyampaikan perkembangan positif yang dicapai kampus dalam beberapa tahun terakhir.

    Jumlah mahasiswa baru mengalami peningkatan dari 23 orang pada tahun pertama menjadi 105 mahasiswa pada Tahun Ajaran 2026/2027.


    Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 mahasiswa mengikuti kelas reguler, sementara 70 lainnya mengikuti kelas kerja sama.


    Andika juga menyampaikan bahwa Program Studi Bahasa Arab STIT Daarurrahmah telah memperoleh akreditasi.


    Menurutnya, meskipun kampus berada di Kota Subulussalam, keterlibatan masyarakat Aceh Singkil dalam perkembangan STIT Daarurrahmah cukup kuat. Bahkan, unsur masyarakat Aceh Singkil turut terlibat dalam jajaran pengurus kampus.


    Hamzah Fansuri dan Abdurrauf As-Singkili Jadi Bahasan Kuliah Umum

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum dan orasi ilmiah yang disampaikan Wali Kota Subulussalam H. Rasyid Bancin.


    Dalam kesempatan tersebut, Rasyid Bancin mengangkat pemikiran, sejarah, serta karya dua ulama besar Nusantara, yakni Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Abdurrauf As-Singkili.


    Pembahasan tersebut menjadi relevan dengan tema kegiatan yang menggabungkan tradisi, perkembangan teknologi, dan transformasi pendidikan.


    Bagi mahasiswa, warisan pemikiran ulama Nusantara dapat menjadi bagian dari fondasi intelektual sekaligus pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak harus memutus hubungan dengan akar budaya dan nilai keagamaan.


    Bupati Safriadi berharap STIT Daarurrahmah Sepadan Aceh terus berkembang dan mengambil peran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Aceh Singkil dan wilayah sekitarnya.


    Ia juga berharap perguruan tinggi tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan tuntutan zaman.

    Komentar

    Tampilkan