![]() |
| Foto : Tgk Razak Pining, kutuk keras terhadap pelaku pembunuhan yang menimpa Gadis Cilik Sahila Khairunnisa |
ACEH TENGGARA | BATANEWS
Kasus pembunuhan tragis terhadap Sahila Khairunnisa (10), bocah asal Desa Lawe Sempilang, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, memicu duka dan kemarahan publik. Organisasi Badan Usaha Media Online Indonesia (IMO-Indonesia) Perwakilan Aceh turut mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan.
Tokoh muda Aceh sekaligus perwakilan IMO-Indonesia dari Aceh, Tgk Razak Pining, menyampaikan kutukan keras terhadap pelaku pembunuhan yang menimpa bocah tersebut.
“Saya mengutuk tindakan biadab itu,” tegas Tgk Razak Pining, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, di usia yang masih sangat belia, Sahila seharusnya mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan masa depan yang baik. Namun yang terjadi justru sebaliknya, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
“Anak seusia Sahila seharusnya dilindungi dan disayangi, bukan menjadi korban kekerasan sadis seperti ini,” ujarnya.
Desak Polisi Bergerak Cepat
Tgk Razak Pining juga owner perusahaan media online PT. Media Bata News meminta aparat kepolisian, khususnya Polres Aceh Tenggara, bergerak cepat mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan menangkap seluruh pihak yang terlibat.
“Saya meminta pihak kepolisian khususnya Polres Aceh Tenggara segera mengusut secara tuntas, menangkap pelaku, dan memberikan hukuman seberat-beratnya,” katanya.
Kasus ini disebutnya bukan hanya sekadar tindak kriminal biasa, tetapi sudah menjadi ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat, khususnya anak-anak.
Ditemukan Tewas Setelah 10 Hari Hilang
Sahila Khairunnisa sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Selama sepuluh hari, keluarga bersama warga terus melakukan pencarian.
Kasus hilangnya bocah tersebut bahkan sempat viral di media sosial dan menyita perhatian masyarakat Aceh Tenggara.
Namun harapan keluarga pupus setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kolam warga Desa Pintu Rimbe pada Jumat, 8 Mei 2026.
Pihak keluarga menyebut kondisi korban sangat mengenaskan.
“Sepuluh hari korban menghilang, keluarga mencari ke mana-mana tidak menemukan hasil. Hari ini keluarga berduka, Sahila ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kepala dan badan terputus,” ujar Vera, salah satu keluarga korban didampingi suaminya.
Publik Menanti Pengungkapan Kasus
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat.
Kasus pembunuhan sadis terhadap anak di bawah umur ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat Aceh Tenggara. Publik mendesak aparat penegak hukum mengungkap motif, pelaku, serta memastikan kasus tersebut ditangani secara transparan dan serius.
Peristiwa ini juga menjadi alarm keras bagi semua pihak tentang pentingnya perlindungan anak serta pengawasan lingkungan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.




