![]() |
| Foto : Kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Kampung Selok Aceh |
ACEH SINGKIL | BATANEWS
Pemerintah Desa Kampung Selok Aceh, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, merealisasikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada 17 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Rabu (6/5/2026).
Penyaluran yang berlangsung di aula kantor desa itu menjadi distribusi triwulan pertama tahun 2026 di bawah kepemimpinan Kepala Desa Syafran sejak dilantik pada Januari 2025.
Kegiatan berlangsung dengan pengawasan aparatur desa dan pendamping, serta dihadiri unsur kecamatan guna memastikan proses berjalan tertib dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Kepala Desa Syafran menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan sebesar Rp150.000 per bulan per KPM untuk tahap awal tahun ini harus dimanfaatkan secara bijak, khususnya untuk kebutuhan pokok.
“Kami mengimbau agar bantuan ini diprioritaskan untuk kebutuhan pangan dan keperluan dasar sehari-hari,” ujarnya.
Nilai Bantuan Turun, Aspirasi Warga Menguat
Di balik kelancaran penyaluran, muncul catatan dari masyarakat terkait penurunan nilai bantuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Saharudin, salah satu penerima manfaat sekaligus tokoh masyarakat, mengapresiasi kebijakan pemerintah desa yang tetap menyalurkan BLT, termasuk kepada warga yang belum terakomodir dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Namun, ia juga menyuarakan harapan agar pemerintah pusat mengevaluasi kembali besaran bantuan.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah desa. Tapi kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali besaran bantuan menjadi Rp300.000 per bulan seperti sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat desa saat ini masih menghadapi berbagai tekanan, sehingga nilai bantuan yang lebih besar dinilai lebih relevan untuk menopang kebutuhan hidup.
Antara Keterbatasan Anggaran dan Kebutuhan Warga
Pemerintah desa menyebut besaran bantuan telah disesuaikan dengan regulasi dan kemampuan anggaran Dana Desa yang tersedia. Namun di sisi lain, kebutuhan masyarakat yang terus meningkat menjadi tantangan tersendiri.
Situasi ini memperlihatkan adanya tarik-menarik antara keterbatasan fiskal di tingkat desa dan ekspektasi masyarakat terhadap perlindungan sosial yang lebih memadai.
Penyaluran BLT Desa diharapkan tetap menjadi bantalan ekonomi bagi warga rentan, meski besaran bantuan mengalami penyesuaian.





